Home » , » PENENTU-PENENTU TINGKAT INVESTASI

PENENTU-PENENTU TINGKAT INVESTASI

2.1.1 Penentu-Penentu Tingkat Investasi

A. Investasi, Keuntungan & Tingkat Bunga

Walaupun faktor-faktor penting yg menentukan jumlah investasi para pengusaha terdiri dari enam faktor di atas, dua di antaranya mempunyai kesanggupan buat menerangkan mengenai sebab-sebabnya perubahan tingkat ini yg lebih penting & faktor-faktor Iainnya. Faktor tersebut adalah tingkat keuntungan yg diramalkan & tingkat bunga. Ramalan mengenai keuntungan masa depan akan memberikan gambaran kepada para pengusaha mengenai jenis-jenis investasi yg kelihatannya mempunyai prospek yg bagus & dapat dilaksanakan, & besarnya investasi yg mesti dilakukan buat mewujudkan tambahan barang-barang modal yg diperlukan. Sedangkan tingkat bunga menentukan jenis-jems investasi yg akan membeli keuntungan kepada para pengusaha & dapat dilaksanakan. Para pengusaha hanya akan melaksanakan keinginan buat menanam modal apabila tingkat pengembalian modal & penanaman modalnya itu, yaitu persentasi kuntungan neto (tapi sebelum dikurangi bunga uang yg dibayar) modal yg diperoleh, lebih besar dari tingkat bunga.

B. Tingkat Pengembalian Modal

Pendapatan yg diterima dari sesuatu kegiatan menanam modal biasanya akan diterima dalam beberapa tahun. Mungkin dalam dua tahun pertama keuntungan belum diperoleh & baru semenjak tahun ketiga hasil penjualan melebihi perbelanjaan. Seterusnya, walaupun keuntungan dalam tahun ketiga adalah sama dgn pada tahun keenam (misalnya jumlahnya adalah lima jut rupiah), dari segi pandangan perusahaan nilai keuntungan sebenarnya adalah berbeda. Keuntungan di tahun ketiga adalah lebih bernilai dari keuntungan di tahun keenam, oleh karena nilai sekarang dari keuntungan tersebut berbeda. Menghitung nilai sekarang dari pendapatan yg diperoleh di masa depan atau menghitung tingkat pengembalian modal (keuntungan) merupakan cara yg digunakan perusahaan-perusahaan buat menilai kesesuaian dari sesuatu investai yg akan dilakukan.

Suatu kegiatan investasi dapat dikatakan memperoleh keuntungan apabila nilai sekarang pendapatan di masa depan adalah lebih besar daripada nilai sekarang modal yg diinvestasikan. Nilai sekarang pendapatan di masa depan dapat dihitung dgn menggunakan persamaan berikut:

Dalam persamaan di atas:

  1. NS adalah nilai sekarang pendapatan gang diperoleh di antara tahun 1 sehingga tahun n, apabila dimisalkan investasi tersebut didepresiasikan pada tahun n.
  2. Y1, Y2, Yn dalah pendapatan neto (keuntungan) yg diperoleh perusahaan antara tahun 1 hingga tahun n.
  3. r adalah tingkat bunga.

Dgn memisalkan nilai sekarang modal yg diinvestasikan adalah M penanaman modal tersebut dikatakan menguntungkan apabila NS lebih besar dari M.

Cara lain buat menentukan apakah sesuatu investasi merupakan kegiatan yg menguntungkan atau merugikan dapat dilakukan dgn menghitung tingkat pengembalian modal & investasi tersebut. Tingkat pengembalian modal dinyatakan dalam persen, & ia menggambarkan tingkat keuntungan per tahun dari modal yg diinvestasikan. Buat menghitung tingkat pengembalian modal digunakan formula di bawah ini :

Dalam Persamaan Tersebut :

  1. M adalah nilai modal yg diinvestasikan.
  2. Y1, Y2, Y3 hingga Yn adalah pendapatan neto (keuntungan) yg diperoleh dari tahun 1 hingga ke tahun n.
  3. R adalah tingkat pengembalian modal.

Dalam persamaan di atas nilai yg akan dihitung adalah R karena M & Y1 hingga Yn sudah diketahui nilainya. Sesuatu investasi dipandang menguntungkan apabila nilai R lebih besar daripada tingkat bunga.

C. Efisiensi Modal Marginal

Di dalam suatu waktu tertentu, misalnya dalam tempo setahun, dalam perekonomian akan terdapat banyak individu & perusahaan yg mempertimbangkan buat investasi. Berbagai proyek investasi ini mempunyai tingkat pengembalian modal yg bcrbeda, yaitu sebagian dari proyek investasi itu akan menghasilkan keuntungan yg tinggi, & ada proyek keuntungannya rendah. Berdasarkan kepada jumlah modal yg akan ditanam & tingkat pengembalian modal yg diramalkan akan diperoleh, analisis makroekonomi membentuk suatu kurva yg dutamakan efisiensi modal marginal (marginal efficiency of capital).

Berdasarkan kepada hal-perihal yg dihubungkannya efisiensi modal marginal dapat didefinisikan sebagai: suatu kurva yg menunjukkan hubungan di antara tingkat pengembalian modal dari jumlah modal yg akan diinvestasikan.

D. Tingkat Bunga & Tingkat Investasi

Para penanam modal mesti pula mempertimbangkan tingkat bunga. Apabila tingkat bunga lebih iinggi dari tingkat pengembalian modal, investasi yg direncanakan tidak menguntungkan, oleh penyebab itu rencana perusahaan buat melakukan investasi akan dibatalkan. Kegiatan investasi hanya akan dilaksankan apabila tingkat pengembalian modal lebih besar atau sama dgn tingkat bunga.

E. Ramalan Keadaan Perekonomian Di Masa Depan

Kegiatan perusahaan buat mendirikan industri & memasang peralatan pabrik yg baru adalah kegiatan yg memakan waktu. Di perusahaan-perusahaan yg sangat besar kegiatan investasi dapat. memakan waktu bcberapa tahun. & apabila investasi itu sudah selesai dilaksanak yaitu pada waktu industri atau perusahaan yg didirikan itu mulai menghasilkan barang atau jasa yg menjadi produksinya maka akan terus melakukan kegiatannya selama beberapa tahun. Di dalam investasi yg seperti itu biasanya modal baru diperoleh kembali apabila kegiatan memproduksi sudah berjalan selama beberapa tahun. Oleh penyebab itu dalam menentukan apakah kegiatan-kegiatan yg akan dikemhangkan itu akan memperoleh untung atau akan menimbulkan kerugian, para pengusaha haruslah membuat ramalan-ramalan mengenai keadaan masa depan.

Dalam membuat ramalan mengenai keadaan masa depan pada hakikatnya para pengusaha mesti bertanya: apakah keadaan masa depan menunjukkan bahwa keuntungan yg cukup besar akan diperoleh dalam pengembangan kegiatan ekonomi yg sedang dibuat atau direncanakan. Ramalan yg menunjukkan bahwa keadaan perekonomian akan menjadi lebih baik lagi pada masa depan, yaitu diramalkan bahwa harga-harga akan tetap stabil & pertumbuhan ekonomi maupun pertambahan pendapatan masyarakat akan berkembang dgn cepat, merupakan keadaan yg akan mendorong pertumbuhan investasi. Makin baik keadaan masa depan, makin besar tingkat keuntungan yg aka diperoleh para pengusaha. Oleh penyebab itu mereka akan lebih terdorong buat melaksanakan investasi yg telah atau sedang dirumuskan & direncanakan.


F. Perubahan & Perkembangan Teknologi

Faktor keempat yg menentukan besarnya investasi yg akan dilakukan oleh para pengusaha adalah kegiatan para pengusaha buat menggunakan panemuan-penemuan teknologi yg baru dalam proses produksi Kegiatan para pengusaha buat menggunakan teknologi yg baru dikembangkan di dalam kegiatan produksi atau manajemen dinamakan mengadakan pembaruan atau inovasi. Pada umumnya makin banyak perkembangan teknologi yg dibuat, makin banyak pula kegiatan pembaruan yg akan dilakukan oleh para pengusaha. Untut melaksanakan pembaruan-pembaruan, para pengusaha mesti mendirikan barang-barang modal yg baru, & adakalanya juga mesti mendirikan bangunan-bangunan pabrik/industri yg baru. Maka makin banyak pembaruan yg akan dilakukan, makin tinggi tingkat investasi yg akan tercapai.
Share this article :

0 komentar:

mobile ads

 
powered by Blogger