Home » , » Teori Konsumsi

Teori Konsumsi

2.1 Teori Konsumsi

2.1.1 Biografi John Maynard Keynes

John Maynard (JM) Keynes adalah seorang tokoh pemikir ekonomi & keuangan Inggris. Dunia sejarah ilmu ekonomi semakin sempurna karena munculnya berbagai pemikiran mengenai ekonomi & keuangan yg baru dari berbagai hasil pemikiran J.M, Keynes yg dinilai para ahli ekonomi sebagai ekonomi modern. Kemudian ia dikenal sebagai tokoh yg menyebabkan lahirnya mazhab baru yakni mazhab Keynes.

John Maynard Keynes dilahirkan di Cambridge, Inggris pada tanggal 5 Juni 1883. Kebetulan tahun kelahiran Keynes bertepatan dgn tahun wafatnya Karl Marx yg sangat terkenal itu. Walaupun demikian kedua tokoh pemikir ekonomi yg waktunya bersinggungan ini sangat berbeda pemikiran satu sama lainnya. Namun demikian keduanya banyak mempengaruhi filsafat sistem kapitalis.

Dilihat dari sifat hidup Karl Marx, ia seorang pendendam, banyak mengalami kesulitan dalam hidup-hidupnya, pemurung & kecewa, seperti diketahui ia adalah perencana “hancurnya Kapitalisme”.

Sebaliknya Keynes, ia sangat mencintai kehidupan & hidupnya selalu mewah, sering berbuat seenaknya. Ia benar-benar tokoh pemikir ekonomi yg berhasil menjadi “Arsitek Kapitalisme Yg Tahan Hidup”.

Keynes dibesarkan pada zaman Ratu Victoria. Pada waktu masih sekolah Keynes memang cemerlang. Ketika Keynes berusia empat setengah tahun ia sudah memikirkan arti bunga dilihat dari segi ekonomi. Pada umur enam tahun ia sudah ingin mengetahui bagaimana kerja otak manusia. Ketika Keynes berusia tujuh tahun, bagi ayahnya yg juga ahli ekonomi yg bernama John Neville Keynes yg juga terkenal, Keynes merupakan seorang teman yg menyenangkan sekali, Keynes sangat sayg kepada ibunya. Perihal itu terungkap dari surat buat ibunya pada tahun 1919 yg mengadukan soal kesedihannya & keadaan yg kurang baik di lingkungannya, sebagai berikut “Rupanya sudah berminggu-minggu lamanya saya tidak menulis surat kepada siapapun juga, saya memang sangat penat, sebagian karena pekerjaan saya, sebagian karena merasa sangat sedih melihat begitu banyak kejahatan di sekitar saya. Belum pernah saya merasa begitu sedih seperti dalam dua atau tiga minggu terakhir ini. Perdamaian ini sifatnya begitu menghina & begitu mustahil. Sehingga hanya akan membawa malapetaka.”

Keynes mencurahkan segala isi hatinya dgn gaya manja kepada ibunya yg ia sayangi itu. Keynes wafat di Tilson, Sussex pada tanggal 21 April 1946. Ia memperoleh pendidikan di Eton & King’s College, Cambridge.

Nama John Maynard Keynes adalah sebuah nama Inggris yg kuno. & hasil pengusutan mengenai asal usul tokoh pemikir ekonomi ini, sampai pada nama William de Cahagnes & tahun 1066, ternyata Keynes ialah seorang tradisionalis. Kecakapan beserta sifat-sifat baiknya diperoleh secara turun temurun.

Ia menjadi dosen dalam mata kuliah ilmu ekonomi & keuangan di cambridge. Keynes juga tercatat sebagai bendaharawan King’s College sejak tahun 1908 ia wafat.

Di samping itu Keynes juga menjadi anggota Royal Cominision, sebagai Treasury (1915-1919) & pada bulan Januari 1919 Ia menjadi utusan utama Inggris ke Konferensi Perdamaian Paris. Sebagai utusan konferensi itu, ia mengundurkan diri pada bulan Juni 1919. Pengunduran Keynes itu sebagai tindakan protesnya terhadap pasal perampasan dalam Perjanjian Versailles. Karena menurut Keynes bahwa dalam Perjanjian Versailles itu terdapat rangsangan yg tidak disadari buat kebangkitan yg lebih hebat lagi & militerisme & autarki Jerman. Ternyata apa yg diutarakan Keynes menjadi kenyataan, karena dalam kurun waktu 20 tahun ramalan Keynes itu benar-benar menjadi kenyataan. Munculnya Gerakan Nazi Fasis di bawah Hitler menjadi dominan di Jerman sejak tahun 1933, & pada akhir tahun 1939 meletuslah Perang Dunia II yg jauh lebih dahsyat dari peperangan-peperangan sebelumnya.

Keynes waktu itu berpendapat bahwa Konferensi Versailles itu sebagai suatu penyelesaian dendam politik tanpa perhitungan yg tidak mempedulikan masalah yg mendesak pada waktu itu, & hanya akan menghidupkan kembali Eropa menjadi sebuah kesatuan yg lengkap beserta berfungsi.

Keynes nienikah dgn Lydia Lopokova, seorang penari balet.

Pada bulan Desember tahun 1919 itu pulalah Keynes menerbitkan bukunya yg berjudul The Economic Consequences of the Peace (Konsekuensi ekonomi & perdamaian ) yg membuat Keynes terkenal.

& tahun 1921 sampai 1938 ia menjabat sebagai presiden komisaris & National Mutual Life Assurance Society & memimpin suatu perusahaan investasi.

Pada tahun 1936, Keynes menerbitkan lagi hasil pemikirannya yg terpenting & terkenal hingga sekarang yakni The General Theory of Employment, Interest, and Money (Teori Umum mengenai Lowongan/Peluang Kerja, Bunga & Uang).

Dalam bukunya itu diungkapkan bahwa penghasilan & peluang/ lowongan kerja itu ditentukan oleh jumlah pengeluaran swasta & negara. Pendapat ini dinilai para ahli ekonomi dunia sebagai suatu penyimpangan & tradisi Neo-Klasik & akhirnya menciptakan mazhab baru, mazhab ekonomi modern yg biasa dikenal dgn sebutan mazbab Keynes.

Selain buku-bukunya itu, Keynes juga menerbitklan buku hasil pemikirannya berjudul How to Pay for the War. Dalam bukunya itu Keynes mengutarakan suatu cara buat menghindari terjadinya inflasi pada zaman perang yakni dgn jalan tabungan paksa atau tabungan penangguhan.

Pengaruh segala pemikiran Keynes sangat terasa di dalam pembuatan anggaran pada zaman perang Inggris.

Pada tahun 1941 Keynes diangkat menjadi direktur Bank of England (Bank Sentral Inggris) & pada tahun 1942 Ia menjadi The First Baron Keynes of Tilton, yakni suatu gelar kerajaan yg sangat terhormat berkat sumbangan pikirannya yg sangat besar itu.

Keynes juga pernah memimpin delegasi Inggris ke Konferensi Moneter & Keuangan PBB di Bretton Woods, Anierika pada bulan Juli 1944. & konferensi itu lahirlah apa yg dikenal dgn Dana Moneter International (International Monetary Fund/IMF) & Bank Dunia (ZBRD yakni International Bank for Reconstruction and Development).

Keynes juga pernah menjadi perunding utama dari Anglo-American Loan (Kredit Inggris Amerika) pada tahun 1945.

Selain buku-bukunya yg telah disinggung di atas, ternyata masih banyak lagi karya pemikiran Keynes mengenai ekonomi & keuangan. Seperti hasil pemikiran-pemikirannya yg berjudul Indian Currency and Finance (1913), A Treatise on Probability (1921), A Revision of Treaty (1922), A Tract on Monetaty Reform (1923), American ed., Monetary Reform (1924), a. Short View Of Russia (1925), The Economic Consequences of Mr Churchill (1925), The End Of Laissez Fair (1926), san Essays in Biography (1933).

2.1.1.1 Pendapat Keynes

Keynes berpendapat bahwa pengeluaran masyarakat buat konsumsi dpengaruhi oleh pendapatan. Semakin tinggi tingkat pendapat mengakibatkan semakin tinggi pula tingkat konsumsi. Selain itu, pendapatan juga berpengaruh terhadap tabungan. Semakin tinggi pendapatan, semakin besar pula tabungannya karena tabungan merupakan bagian pendapatan yg tidak dikonsumsi. Walaupun pendapatan penting peranannya dalam menentukan konsumsi, peranan faktor-faktor lain tidak boleh diabaikan. Dibawah ini diterangkan beberapa faktor lain yg mempengaruhi tingkat konsumsi & tabungan:

1) Kekayaan yg terkumpul

Sebagai akibat menapat harta warisan/tabungan yg banyak akibat usaha dimasa lalu, maka seseorang berhasil memiliki kekayaan yg mencukupi. Dalam keadaan seperti itu ia sudah tidak terdorong lagi buat menabung lebih banyak.maka lebih besar bagian dari pendapatannya yg digunakan buat konsumsi dimasa sekarang. Sebaliknya, buat orang yg tidak memperoleh warisan mereka lebih bertekat buat menabung yg lebih banyak di masa yg akan datang.

2) Tingkat bunga

Tingkat bunga dapatlah dipandang sebagai pendapatan yg diperoleh dari melakukan tabungan. Rumah tangga akan berbuat lebih banyak tabungan apabila tingkat bunga tinggi karena lebih banyak bunga yg akan diperoleh.

3) Sikap berhemat

Berbagai masyarakat mempunyai sikap yg berbeda dalam menabung & berbelanja. Ada masyarakat yg tidak suka berbelanja berlebih-lebihan & lebih mementingkan tabungan. Dalam masyarakat seperti itu APC & MPCnya adalah lebih rendah tapi ada pula masyarakat yg mempunyai kecenderungan mengkonsumsi yg tinggi yg berdiri APC & MPCnya adalah tinggi.


4) Keadaan Perekonomian

Dalam perekonomian yg tumbuh dgn teguh & tidak banyak pengangguran masyarakat berkecenderungan melakukan perbelanjaan yg lebih aktif. Mereka mempunyai kecenderungan berbelanja lebih banyak pada masa kini & kurang menabung. Tapi dalam keadaan perekonomian yg lambat berkembangnya, tingkat pengangguran menunjukkan tendensi meningkat, & sikap masyarakat dalam menggunakan uang & pendapatnya makin berhati-hati.

5) Distribusi Pendapatan

Dalam masyarakat yg distribusi pendapatannya tidak merata, lebih banyak tabungan akan dapat diperoleh. Dgn masyarakat yg demikian sebagian besar pendapatan nasional dinikmati oleh sebagian kecil penduduk yg sangat kaya, & golongan masyarakat ini mempunyai kecenderungan menabung yg tinggi. Maka mereka boleh menciptakan tabungan yg banyak. Segolongan besar penduduk mempunyai pendapatan yg hanya cukup membiayai konsumsi & tabungannya adalah kecil. Dalam masyarakat yg distribusi pendapatannya lebih seimbang tingkat tabungannya relatif sedikit karena mereka mempunyai kecondongan mengkonsumsi yg tinggi.

Share this article :

0 komentar:

mobile ads

 
powered by Blogger