Home » , » TEORI KUANTITAS UANG

TEORI KUANTITAS UANG

2.3. Teori Kuantitas Uang

2.3.1 Biografi John Maynard Keynes

John Maynard (JM) Keynes adalah seorang tokoh pemikir ekonomi & keuangan Inggris. Dunia sejarah ilmu ekonomi semakin sempurna karena munculnya berbagai pemikiran mengenai ekonomi & keuangan yg baru dari berbagai hasil pemikiran J.M, Keynes yg dinilai para ahli ekonomi sebagai ekonomi modern. Kemudian ia dikenal sebagai tokoh yg menyebabkan lahirnya mazhab baru yakni mazhab Keynes.

John Maynard Keynes dilahirkan di Cambridge, Inggris pada tanggal 5 Juni 1883. Kebetulan tahun kelahiran Keynes bertepatan dgn tahun wafatnya Karl Marx yg sangat terkenal itu. Walaupun demikian kedua tokoh pemikir ekonomi yg waktunya bersinggungan ini sangat berbeda pemikiran satu sama lainnya. Namun demikian keduanya banyak mempengaruhi filsafat sistem kapitalis.

Dilihat dari sifat hidup Karl Marx, ia seorang pendendam, banyak mengalami kesulitan dalam hidup-hidupnya, pemurung & kecewa, seperti diketahui ia adalah perencana “hancurnya Kapitalisme”.

Sebaliknya Keynes, ia sangat mencintai kehidupan & hidupnya selalu mewah, sering berbuat seenaknya. Ia benar-benar tokoh pemikir ekonomi yg berhasil menjadi “Arsitek Kapitalisme Yg Tahan Hidup”.

Keynes dibesarkan pada zaman Ratu Victoria. Pada waktu masih sekolah Keynes memang cemerlang. Ketika Keynes berusia empat setengah tahun ia sudah memikirkan arti bunga dilihat dari segi ekonomi. Pada umur enam tahun ia sudah ingin mengetahui bagaimana kerja otak manusia. Ketika Keynes berusia tujuh tahun, bagi ayahnya yg juga ahli ekonomi yg bernama John Neville Keynes yg juga terkenal, Keynes merupakan seorang teman yg menyenangkan sekali, Keynes sangat sayg kepada ibunya. Perihal itu terungkap dari surat buat ibunya pada tahun 1919 yg mengadukan soal kesedihannya & keadaan yg kurang baik di lingkungannya, sebagai berikut “Rupanya sudah berminggu-minggu lamanya saya tidak menulis surat kepada siapapun juga, saya memang sangat penat, sebagian karena pekerjaan saya, sebagian karena merasa sangat sedih melihat begitu banyak kejahatan di sekitar saya. Belum pernah saya merasa begitu sedih seperti dalam dua atau tiga minggu terakhir ini. Perdamaian ini sifatnya begitu menghina & begitu mustahil. Sehingga hanya akan membawa malapetaka.”

Keynes mencurahkan segala isi hatinya dgn gaya manja kepada ibunya yg ia sayangi itu. Keynes wafat di Tilson, Sussex pada tanggal 21 April 1946. Ia memperoleh pendidikan di Eton & King’s College, Cambridge.

Nama John Maynard Keynes adalah sebuah nama Inggris yg kuno. & hasil pengusutan mengenai asal usul tokoh pemikir ekonomi ini, sampai pada nama William de Cahagnes & tahun 1066, ternyata Keynes ialah seorang tradisionalis. Kecakapan beserta sifat-sifat baiknya diperoleh secara turun temurun.

Ia menjadi dosen dalam mata kuliah ilmu ekonomi & keuangan di cambridge. Keynes juga tercatat sebagai bendaharawan King’s College sejak tahun 1908 ia wafat.

Di samping itu Keynes juga menjadi anggota Royal Cominision, sebagai Treasury (1915-1919) & pada bulan Januari 1919 Ia menjadi utusan utama Inggris ke Konferensi Perdamaian Paris. Sebagai utusan konferensi itu, ia mengundurkan diri pada bulan Juni 1919. Pengunduran Keynes itu sebagai tindakan protesnya terhadap pasal perampasan dalam Perjanjian Versailles. Karena menurut Keynes bahwa dalam Perjanjian Versailles itu terdapat rangsangan yg tidak disadari buat kebangkitan yg lebih hebat lagi & militerisme & autarki Jerman. Ternyata apa yg diutarakan Keynes menjadi kenyataan, karena dalam kurun waktu 20 tahun ramalan Keynes itu benar-benar menjadi kenyataan. Munculnya Gerakan Nazi Fasis di bawah Hitler menjadi dominan di Jerman sejak tahun 1933, & pada akhir tahun 1939 meletuslah Perang Dunia II yg jauh lebih dahsyat dari peperangan-peperangan sebelumnya.

Keynes waktu itu berpendapat bahwa Konferensi Versailles itu sebagai suatu penyelesaian dendam politik tanpa perhitungan yg tidak mempedulikan masalah yg mendesak pada waktu itu, & hanya akan menghidupkan kembali Eropa menjadi sebuah kesatuan yg lengkap beserta berfungsi.

Keynes nienikah dgn Lydia Lopokova, seorang penari balet.

Pada bulan Desember tahun 1919 itu pulalah Keynes menerbitkan bukunya yg berjudul The Economic Consequences of the Peace (Konsekuensi ekonomi & perdamaian ) yg membuat Keynes terkenal.

& tahun 1921 sampai 1938 ia menjabat sebagai presiden komisaris & National Mutual Life Assurance Society & memimpin suatu perusahaan investasi.

Pada tahun 1936, Keynes menerbitkan lagi hasil pemikirannya yg terpenting & terkenal hingga sekarang yakni The General Theory of Employment, Interest, and Money (Teori Umum mengenai Lowongan/Peluang Kerja, Bunga & Uang).

Dalam bukunya itu diungkapkan bahwa penghasilan & peluang/ lowongan kerja itu ditentukan oleh jumlah pengeluaran swasta & negara. Pendapat ini dinilai para ahli ekonomi dunia sebagai suatu penyimpangan & tradisi Neo-Klasik & akhirnya menciptakan mazhab baru, mazhab ekonomi modern yg biasa dikenal dgn sebutan mazbab Keynes.

Selain buku-bukunya itu, Keynes juga menerbitklan buku hasil pemikirannya berjudul How to Pay for the War. Dalam bukunya itu Keynes mengutarakan suatu cara buat menghindari terjadinya inflasi pada zaman perang yakni dgn jalan tabungan paksa atau tabungan penangguhan.

Pengaruh segala pemikiran Keynes sangat terasa di dalam pembuatan anggaran pada zaman perang Inggris.

Pada tahun 1941 Keynes diangkat menjadi direktur Bank of England (Bank Sentral Inggris) & pada tahun 1942 Ia menjadi The First Baron Keynes of Tilton, yakni suatu gelar kerajaan yg sangat terhormat berkat sumbangan pikirannya yg sangat besar itu.

Keynes juga pernah memimpin delegasi Inggris ke Konferensi Moneter & Keuangan PBB di Bretton Woods, Anierika pada bulan Juli 1944. & konferensi itu lahirlah apa yg dikenal dgn Dana Moneter International (International Monetary Fund/IMF) & Bank Dunia (ZBRD yakni International Bank for Reconstruction and Development).

Keynes juga pernah menjadi perunding utama dari Anglo-American Loan (Kredit Inggris Amerika) pada tahun 1945.

Selain buku-bukunya yg telah disinggung di atas, ternyata masih banyak lagi karya pemikiran Keynes mengenai ekonomi & keuangan. Seperti hasil pemikiran-pemikirannya yg berjudul Indian Currency and Finance (1913), A Treatise on Probability (1921), A Revision of Treaty (1922), A Tract on Monetaty Reform (1923), American ed., Monetary Reform (1924), a. Short View Of Russia (1925), The Economic Consequences of Mr Churchill (1925), The End Of Laissez Fair (1926), san Essays in Biography (1933).

2.3.2 Pendapat Keynes

Salah satu satu kecaman penting yg dikemukakan olehh Keynes ke atas analisis ahli-ahli ekonomi Kiasik adalah ke atas pandangan mereka mengenai pengaruh uang ke atas harga-harga & tingkat kegiatan ekonomi. Keynes tidak sependapat dgn pandangani dari teori kuantitas bahwa dalam perubahan uang akan menimbulhan perubahan yg lama tingkatnya ke atas harga-harga & bahwa perubahan dalam uang beredar tidak akan menimbulkan perubahan ke atas pendapatan nasional.

Mengenai perkaitan di antara uang yg beredar dgn harga-harga ia berpendapat dalam uang beredar dapat menaikkan harga-harga, tapi kenaikan harga-harga itu tidak selalu sebanding dgn kenaikan dalam uang beredar. lagi pula kenaikan dalam uang beredar tidak selalu menimbulkan perubahan ke atas harga-harga. Di dalam keadaan di mana perekonomian menghadapi masalah pengangkutan yg cukup buruk, pertambahan dalam jumlah uang beredar tidak mempengaruhi harga-harga. Selanjutnya Keynes berpendapat pula harga-harga saja dipengaruhi oleh kenaikan uang beredar tapi juga oleh kenaikan dalam ongkos produksi. Walaupun perubah tapi apabila produksi bertambah kenaikan harga-harga akan berlaku.

Sebagai akibat dari pemisahan perekonomian selalu mencapai penggunaan tenaga kerja penuh maka menurut pendapat ahli-ahli ekonomi klasik pertambahaan dalam uang beredar tidak dapat menaikkan pemisahan bahwa perekonomian selalu mencapai penggunaan penuh tidak digunakan lagi dalam teori Keynes. Oleh karena menurut pendapat Keynes pertambahan dalam jumlah √ľang beredar menaikkan pendapatan nasional. Akan tapi di antara pertambahan dalam uang beredar dgn kenaikan pendapatn nasional tidaklah sesederhana seperti yg dinyatakan oleh teori kuantiias. Apabila teori kuantitas tidak digunakan pemisahann bahwa penggunaan tenaga kerja penuh selalu tercapai dalam perekonomian, maka pandangan itu dapat dinyatakan secara berikut : sebelum tingkat penggunaan tenaga kerja penuh tercapai kenaikan dalam uang beredar akan menimbulkan kenaikan yg sama lajunya ke atas produksi & harga-harga tetap stabil; tapi sesudah tingkat penggunaan tenaga kerja penuh kenaikan uang beredar tidak akan menambah produksi tapi menaikkan harga-harga yg lajunya adalah sama seperti kenaikan dalam uang beredar.

Keynes masih belum dapat menerima pandangan dari teori kuantitas yg disederhanakan itu. Menurut pendapatnya pengaruh dari kenaikkan uang beredar ke atas pendapatan nasional adalah lebih rumit daripa yg dinyatakan oleh teori kuantitas yg pemisahannya telah diubah sedikit itu. Menurut Keynes sampai di mana uang yg beredar akan menimbulkan perubahan ke atas pendapatan nasional tergantung kepada tiga faktor berikut:

1. Ciri-ciri keinginan masyarakat memegang uang.

2. Ciri-ciri keinginan para pengusaha buat menanam modal.

3. Kecondongan mengkonsumsi marginal pendapatan nasional,

Uraian selebihnya dari bahagian ini akan menerangkan pandangan Keynes tersebut.

2.3.3 Tujuan-tujuan Memegang uang


1. Tujuan transaksi. Memegang uang buat tujuan transaksi merupakan tujuan yg telah lama disadari. Di dalam perekonomian yg sudah sangat modern & tingkat spesialisasinya sangat tinggi uang adalah sangat diperlukan. Tingkat spesialisasi yg tinggi hanya mungkin terjadi apabila pemilik uang dapat dgn mudah menggunakann buat membeli barang-barang yg diingininya. Dalam kea& demikian setiap orang dapat mengkhususkan dirinya kepada pekerjaan yg ia sukai & di mana ia mempunyai keahlian yg tinggi. Tujuan utama dari melakukan pekerjaan tersebut adalah buat memperoleh upah atau uang yg dapat digunakannya buat membeli barang-barang kebutuhannya.

2. Tujuan berjaga-jaga. Disamping itu buat transaksi, uang diminta oleh masyarakat buat menghadapi masa yg timbul di masa yg akan datang. Setiap orang tidak dapat menduga akan kejadian-kejadian yg mungkin berlaku di masa yg akan datang. Adakalanya keadaan-keadaan di masa akan datang lebih menguntungkan dari yg diramalkan, seperti misalnya mendapat loteri, memperoleh kenaikkan pangkat & mendapat pekerjaan yg lebih baik. Tapi masalah-masalah yg menyebabkan seseorang mesti mengeluarkan uang yg lebih banyak juga selalu berlaku. Anggota keluarga mendapat sakit, kematian dalam keluarga & kehilangan pekerjaan adalah berapa contoh masalah seperti itu. Buat menghadapi masalah adalah buruk yg dapat terjadi secara tiba-tiba di masa yg akan datan, masyarakat akan memegang uang yg lebih banyak daripada yg diperlukan buat transaksi.

3. Tujuan spekulasi. Akhirnya besarnya uang yg ingin dipegang oleh masyarakat ditentukan pula oleh keinginan buat memegang uang yg akan digunakan buat tujuan spekulasi. Masyarakat yg memegang uang buat tujuan spekulasi selalu akan membuat pilihan di antara memegang uang atau menggunakan uang itu buat membeli suat-surat berharga seperti surat pinjaman, saham perusahaan, & sebagainya. Dalam melakukan pilihan ini tingkat pendapatan yg akan diperoleh & memiliki surat-surat berharga tersebut sangat penting peranannya. Para pemegang uang akan bersedia menggantikannya dgn surat-surat berharga apabila surat-surat berharga tersebut memberikan tingkat pendapatan yg tinggi. Tapi kalau tingkat pendapatannya sangat rendah, maka mereka akan lebih suka buat memegang uang. Dari penjelasan di atas dapat diambil kesimpulan bahwa permintaan atas uang buat tujuan transaksi & berjaga-jaga sifatnya sangat berbeda dgn buat tujuan spekulasi. Permintaan ke atas uang buat tujuan spekulasi ditentukan oleh tingkat bunga, permintaan atas uang buat tujuan transaksi & berjaga-jaga tidak mempunyai yg diharapkan . Mereka ditentukan oleh pendapatan masyarakat pendapatan nasional. Makin besar pendapatan masyarakat makin besar uang yg dibutuhkan buat tujuan transaksi & berjaga-jaga.

Share this article :

0 komentar:

mobile ads

 
powered by Blogger